EiJeBoado….!?
EiJeBoado….!? (Jadi Gimana Dong….!?) – Eijeboado!!? Hahahaha… bukan bukan.. ini bukan kepanjangan EJB, tapi EJB yang dimaksud disini adalah Enterprise Java Bean. Apa sebenarnya EJB??? EJB merupakan suatu teknik pengembangan aplikasi berbasis komponen (Component-based development). Dalam EJB, kita memilah-milah program kita menjadi komponen-komponen atau lebih sering disebut building blocks atau lebih enaknya disebut bean (EJB Component==Building-Block==Bean).
Nah, suatu bean akan kita padukan dengan bean-bean yang lain untuk berkomunikasi satu sama lain, dan membentuk suatu program atau aplikasi yang kita inginkan. Bean dari aplikasi yang satu bisa kita comot dan kita padu dengan pada aplikasi yang lain sehingga suatu program baru bisa diciptakan. Contoh, misalkan kita telah membangun sebuah bean Customer(Ingat! Bean adalah kata lain untuk Komponen) yang merepresentasikan seorang Customer pada database kita. Kita bisa memanfaatkan bean Customer tersebut dipadu dengan bean lain dan terciptalah Program Accounting, atau bisa juga program e-commerce seperti Shopping Cart, atau sebuah Aplikasi Technical Support. Pokoknya aplikasi-aplikasi yg butuh melibatkan Customer lah didalamnya.
Aplikasi A: Online Shopping
Sunardo mengembangkan sebuah Aplikasi Shopping Online menggunakan dua komponen(bean) yg dia beli dari Beans-R-Us, dipadu dengan komponen ketiga yang dibuatnya sendiri.
Aplikasi B: Technical Shopping
Jaka mengembangkan sebuah aplikasi untuk kebutuhan Teknikal Support dengan menggunakan dua komponen(bean) yang dia beli dari Beans-R-Us, dipadu dengan dua komponen yang dia kembangkan sendiri.
Keuntungan yang kita peroleh dari Component-based Development adalah masalah Level Reusing Code yang lebih tinggi scop-nya dari pada hanya menggunakan suatu kelas JAVA biasa. Kita bisa mengubah-ubah bagaimana kelakuan suatu bean bekerja tanpa harus terjun langsung menyentuh kode JAVA nya. Lho…lho..lho… Gimana caranya? Nah, dengan EJB kita memanfaatkan apa yang disebut Deployment Descriptor, yaitu suatu dokumen XML yang bisa kita customisasi untuk mengubah kelakuan bean-bean kita saat runtime.
(Dari pelbagai sumber…)







Marnomburi-nambori